Kisah Sebentar

Serentetan kejadian hari ini membuat perempuan itu merenung. Di bawah temaram lampu, ditemani detik jarum jam yang setia berputar.

Segalanya berkecamuk dalam pikiran sang puan.

Ia lelah atas penyesalan yang tak padam dan ia geram atas kenangan yang membekas dalam.

Semua mengapa dan bagaimana berlalu-lalang dalam pikirannya.

Pikirnya,
Satu bulan terlalu singkat untuk menghilangkan sekat dan membuat lekat. Pun satu bulan terlalu singkat untuk menjalin hubungan rekat.

Air matanya jatuh setelah susah payah ia tahan.
Ia bahagia namun belum rela.
Ia ingin ikhlas namun berat tuk melepas.

Demi sang waktu yang tak pernah berjalan mundur dan demi semesta yang mempertemukan atas izin-Nya..

Setiap pertemuan selalu berujung perpisahan.
Pun setiap rindu (semoga) berujung temu.

Lagi-lagi, untuk perjalanan yang selama ini kita tempuh, harus berpisah di persimpangan. Semoga tak apa. Semoga tiap kita saling dewasa memelihara rindu dan saling tabah menantikan pertemuan.

Selamat ber(j)uang mencapai mimpi, Kawan!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s