Surat dari Saudara Jauh.

Surat yang gue posting ini, gue ambil dari akun ask.fm inisialnya A.R.P. yang EYD-nya gue edit sedikit biar lebih rapi dan lebih enak dibaca.

Kenapa aneh banget ngepost postingan dari ask.fm orang? Ya gitu, it just clicks me everytime i read it.
Selamat membaca!

“Gue tinggal di kota kecil. Disini mau nyari makanan atau minuman susah bgt. Ga ada apa-apa disini. Listrik mati. Bahan makanan ga ada. Boro-boro bisa ke mall segala macem, baju aja seadanya. Seseneng-senengnya cuma bisa main bola.

Rata-rata lelaki dewasa di sini, kalo ga mati dibunuh, udah di penjara negara tetangga. Kira-kira, setiap tahun negara tetangga bakal nyerang kota gue sekali-dua kali. Alesanya sepik. Katanya, orang-orang kota gue nembakin roket ke mereka lah, gue ancaman buat mereka lah.

Kota gue diblokade. Ga boleh ada bahan makanan, bangunan, pakaian, atau apapun ke dalam kota gue. Kota gue sendirian. Alone. Dikepung selama puluhan tahun. Gue sering ngeliat orang mati di bom pesawat negara tetangga gue. Gamasuk akal. Negara tetangga gue ini–hrrgggh.

Orrang-orang negara tetangga gue dateng 60 tahun yg lalu ke negara gue. Mereka maksa ngeklaim ini wilayah mereka yg udh diberikan oleh Tuhan yang mereka sembah. Mereka ngebunuh-bunuhin ngusir-ngusirin bangsa gue dgn alesan bangsa gue yg cari gara-gara.
Ya jelaslah kita cari gara-gara, mereka seenaknya ngerebut negara gue.

Bokap gue mati beberapa tahun yang lalu waktu mereka nyerang kesini dengan tank-tank, jet tempur, dll. Mereka canggih tapi pengecut. Akhirnya mereka mundur juga. Selalu gitu dari dulu, setiap kalo nyerang gagal mulu, haha. Kakak gue ditangkep polisi mereka terus dijeblosin di penjara disiksa. Udh 7 bulan gua ga denger kabarnya.

Tapi lo mau tau apa yang paling menyedihkan?

Mereka yang nyerang kita. Mereka ngejajah negara kita. Mereka ngebantai bangsa gue karena alasan yang gamasuk akal, tapi bangsa gua yang dipanggil teroris di media-media mereka.

Setiap pembantaian yang mereka lakukan disebut ‘insiden’ dan setiap kesalahan kecil yang bangsa gue lakuin selalu dibales mereka dengan serbuan militer. Negara irak ngelanggar 3 resolusi UN, langsung diporakporandakan negeri barat. Negara tetangga gue ngelanggar 172 resolusi UN, tapi tiap tahun dapet bantuan dana $ 70 juta dr negara barat. Mereka selalu bilang bangsa gue pecinta kekerasan. Kita cuma mau merdeka dari penjajahan mereka.

Nama gue Manshoor Abdalla, dan kota gue dikenal di Indonesia sbg Jalur Gaza. Hidup Palestina!”

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s