Johan Series [REVIEW]

Hola, karena udah lama nggak nulis dan lagi nggak ada kerjaan, mending iseng bikin review buku.

Johan Series.
Gue mau review buku (atau mungkin satu series?) ini secara keseluruhan. Sebenernya udah baca JS ini dari sebelum tamat SMP (hell yeah, gue kuliah sekarang), tapi baru pengennya sekarang.

JS adalah tetralogi yang terdiri dari :
1. Obsesi
Gue sebenernya nggak suka sama hal-hal berbau serem. Dari cover aja udah serem sebenernya untuk kategori teenlit, tapi begitu baca blurbnya kok kayanya seru? Dan yah, nggak salah pilih. Berhasil bikin jatuh cinta sama buku ini sampe terngiang-ngiang dalam waktu lama.

Johan si cowo misterius yang naksir Hanny. Saking naksir berat sama cewe tercantik di SMA Persada International, dia rela nyingkirin siapapun yang menghalangi jalannya buat ngedapetin Hanny–termasuk nyingkirin Jenny, sahabat bahkan soulmatenya Hanny.

Parah sih, konfliknya bener-bener bikin deg-degan. Cara penulisan Lexie yang santai dan ceplas-ceplos bikin ceritanya bener-bener hidup. Sempet ragu mau lanjut karena gue takut baca malem-malem, tapi gimana dong, perwatakan tiap tokoh bener-bener menarik dan itu bikin gue langsung baca sampe abis dalam semalam. Dan, rumah Jenny.. sangat bikin gue kagum sih bisa-bisanya rumah itu didesain kaya gitu.

Tokoh Jenny dan Tony manis banget. Buat yang suka romance, nggak usah khawatir karena buku ini bisa menyuguhkan romantisme dengn cara yang unik dan kalian mungkin (banget) bakal naksir Tony.

2. Pengurus MOS Harus Mati
Kaget juga liat buku ini ada, kirain Obsesi nggak ada skuelnya. Yaudah, langsung sikat kan. Di sini intinya adalah masuknya tahun ajaran baru membuat segenap panitia MOS harus merancang acara sebagai sambutan untuk murid baru. Dengan usulan acara yaitu menggali sisi mistis dari tiap ruangan dan kejadian di Persada International, ternyata satu per satu setiap cerita mistis itu berubah mnjadi kenyataan. Korban? Jelas ada!

Beda dari Obsesi, tokoh kali ini menekankan kepada Hanny dan Frankie. Frankie si cowo bandel tapi bertanggung jawab karena biar dia suka bolos dan nggak naik kelas, dia ternyata menghidupi dirinya tanpa bantuan dari orang tua dengan bekerja sebagai montir. Sisi romantis nggak mungkin dihilangkan walau konfliknya menyeramkan, justru menambah manis adegan tiap adegan dari Hanny dan Frankie.

Setelah semua terungkap siapa pelakunya, ternyata walaupun tersangka adalah orang lain, Johan tetaplah dalang dari semuanya.

3. Permainan Maut
Ah, ini parah sih. Terfavorit dari satu series ini. Gue suka banget sama sosok Markus. Senaksir-naksirnya!!

Singkatnya, tim judo sekolah Persada International berangkat menuju Pontianak dengan tambahan orang, Tory–kakak dari Tony yang super tomboy dan jago kelahi. Di penginapan, satu per satu setiap malam, anggota judo hilang. Dengan kecerdikan Tory, Tony dan Markus, pasti lah mereka nemu pola penculikan yang terjadi terhadap teman-temannya. Ini serem sih asli, cuma ya balik lagi, bikin nagih karena my fav man was there. Oh, Markus Mann!

Kisah cintanya ditekankan kepada Tory-Markus yang supersweet dengan karakter Markus yang tenang, desawa, dan tanggap sangat berlawanan dengan Tory yang senggol bacok, emosian, dan cerdik, membuat keduanya terlihat sangat serasi. SWEET BGT AH POKOKNYA.

Konfliknya nggak seseram buku pertama dan kedua menurutku, tapi degdegannya sama aja. Bikin jantung mencelos. Thanks, mommy Lexie.

4. Teror
Ini adalah puncak dari segalanya. Sudut pandang yang digunakan cukup banyak karena ada tujuh. Yep, 3 pasangan dari buku yang sudah-sudah ditambah Leslie si raja bengkel yang sangat dewasa dan tenang.

Biar begitu, walau JS ini udah tamat, tetep aja endingnya nggantung. Sekarang sudah ada OmenSeries yang masih berkaitan sama JS. Well, setelah OmenSeries selesai, denger-denger masih ada buku lanjutan yang lagu disiapkan Lexie buat mengungkap semuanya.

Keseluruhan, motifnya sama aja. Korban-korban dari ke empat buku tsb nggak ada yang mati dan semua digrakkan oleh Johan. Walau gue sadr ujung-ujungnya adalah Johan, tetep aja gue suudzon mulu sama beberapa tokoh antagonis yang ada. Twisted  yang sangat sukses. Sherlockian ini nggak diragukan lagi kalo masalah genre buku kaya ginian.

Minusnya adalah, gue sadar tokoh-tokoh tersebut terlalu perfect termasuk Johan. Entah kenapa. Rating? 10/10!😍

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s